Sekarang murid-murid saya sudah lebih pintar. Bisa membedakan baik dan buruk. Baik itu positif. Buruk itu negatif.
Dalam silogisme positif, manusia yang sendirian hanya ODGJ. Jadi ketika sepasang ODGJ menikah, keduanya menjadi milik Anda sebagai manusia yang sendirian. Mungkin Anda bisa berkhayal Sindirian, Indigo, dan harapan-harapan lainnya yang di luar nalar. Berharap saja Yesus datang.
So?
Habis Yesus datang, manusia yang sendirian itu mau ngapain kira-kira? Wong Yesus ga merokok. Jadi Yesus 24 jam di ruang non-smoking. Kira-kira kalau Bapakmu merokok, kamu ketemu Yesus ga?
Yang kedua,
Kalau keduanya ODGJ adalah milik manusia yang sendiri, kemudian ada sepasang cowo cewe menikah dalam norma-normanya, apakah cowo cewe ini represent ODGJ yang menikah? Tentu tidak. Menikah atau tidak menikah, manusia yang sendirian lah yang ODGJ. Sedangkan yang menikah namanya Norma yang cewe sebaiknya. Yang cowo namanya Amin.
Pernikahan Norma dan Amin
Nah, di sini Norma dan Amin membuat daftar undangan:
1. Firman dan Cindy
2. Rahmat
3. Zaki
4. Khotip dan Fatonah
5. Dst
Cuma saya memang harus ketemu Dokter Syaraf ya. Jadi ada dan tidak ada Syarip, memang pekerjaan saya Dokter Syaraf. Ada atau tidak ada Anda, panggil saja saya Jiraf. Jadi tindakan yang saya buat bukan merupakan respon atas kelakuan murid-murid saya di RSJ. Itu sudah SOP saja.
Usaha Mengubah SOP
Oke, kalau buta soal norma, kalau SOP tahu ya? Standard Operational Procedure. Misalnya dalam kondisi cuaca gerimis, SOP-nya adalah jalan terus mengenakan topi. Dalam kondisi hujan lebat, SOP-nya berhenti dan berteduh. Sesimpel itu.
Kalau negatif (tidak hamil), usaha terus, berdoa, makan sehat, olahraga, berhenti merokok, dll.
Hindari orang-orang negatif, apalagi yang toxic. Jadi kalau saya engga ketemu orang-orang negatif itu saya senang.
Comments
Post a Comment