Skip to main content

Chinese Qing Dynasty Wood Baby Stroller

Bid increments chart
Item Description
Payments
Shipping Info
Size
Chinese Qing Dynasty Wood Baby Stroller. Chinese wooden baby stroller with carved wood accents, foliage medallions, and two foo dogs on front edge, on four wooden wheels.

Traditional Chinese wooden baby strollers, often referred to as baby carts or pushcarts, were utilitarian yet often charmingly crafted objects used to transport infants and toddlers in both rural and urban settings. Typically made from sturdy local woods such as elm or pine, these strollers featured a simple wheeled base with a small, enclosed seat or cradle, sometimes adorned with carved decorations, painted motifs, or protective symbols to ward off evil spirits. In addition to their practical function, they reflected the ingenuity of vernacular craftsmanship and the importance of child-rearing within the family structure. These strollers, now often seen in antique collections or folk museums, offer a glimpse into traditional childcare practices and the intersection of daily life and artisan culture in historical China.

Size: 13 3/4 x 23 1/2 x 24 in.



Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax