Sejujurnya, sebagai orang yang paling melek sejalur Pantura pada masa kejayaannya dan kini Jalan Tol Jogja-Semarang-Surabaya, saya belum tahu apa yang akan kita hadapi di depan kita.
Setelah saya membuat ucapan: Welcome Digital and Audio Books 2026, saya rasa kita engga lagi mencium bau bukunya secara fisik. Hal yang paling saya sukai adalah bau buku. Ya, kita jalani saja. Tapi storage bisa penuh juga lho. Gimana hayo? Dikompres adalah solusi yang mungkin paling efektif dalam usaha penyimpanan.
Yang masih harus dibangun adalah rasa memiliki buku misalnya saya beli buku digital Rp 132.000 memang buku yang lain cuma bisa dibaca covernya saja. Lalu buku yang saya beli bisa saya baca seluruh halamannya. Mungkin berwarna. Wah, ini ada buku fisik Rp 23.000 beli ini aja aaahh!
Ya, saya masih perlu rasa memiliki.
Group yang lain bilang beli buku terus kapan nulisnya? Kebetulan Embek dan Luce sudah menulis 2 buah buku yang dibantu KYM.
Ini buku yang pertama. Bisa dibeli di KYM, pesan dulu (pre-order/PO) minimal 10 pcs.
Jadi ada 3 indikator yang perlu diperhatikan:
1. Buku Digital dan Audio books; kita mulai ke sana dengan kecepatan 21/150
2. Storage gampang penuh, bete
3. Yuk Menulis!
Comments
Post a Comment