Skip to main content

Intan Happy Sunday


 

Pope Leo XIV Impromptu remarks before Holy Mass and the Rite of Canonization

Good morning, everyone! Happy Sunday and welcome! Thank you!

Sekarang saya harus merekap kepanjangan IHS yang sudah saya bagi-bagikan:

Di Facebook Page: Indy Heavenly Sunday

Aduh, maaf saya harus membawa nama saya sendiri

Lalu di Facebook Laptop saya jelaskan di Word bahwa Ciny Sunday, dan Bagus Sundae; dengan tanda tangan TTD ih hormat saya, saya memerlukan ih.. untuk ketika merasa jijik tetapi cuntel tidak bisa berpikir satu katapun lagi hanya ih.. iiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhh

Sekarang kita jelaskan Intan Happy Sunday,

Nanti masih harus ketemu:

Sunda

Sundal

Sandal, srandal, serandal, sandalan

Sandar, bersandar, sandaran

Kalau aku bilangin bantalnya murah maksud aku bantal cap aku beli yang murah karena I found out emang murah

Okay, intan adalah teman kuliah. Intan artinya juga permata, tempat budhe Lina bekerja pertama kali. Sekarang aku punya kaosnya aja warna hitam Customer Service keren banget. Dengan kata intan, kita bisa membawa Bintan tempat F.A. Andiyanto (DIY) bekerja, dan bintang sebagai simbol Negara Israel (dalam benderanya).

Kita baru saja memasuki gerbang Yerusalem dengan menyelesaikan simbol bulan namun yang bentuknya C atau bulan sabit. Bulan dengan huruf B dan bentuknya C (sabit).

Okay,

Intan akan menjadi i besar/kapital atau -self yang akan menemani tur kita melalui Yerusalem. Not necessarily to stay or to be the origin of certain blood type (A, B, O), but to know that this religion is from Jerusalem. Sambil saya bawain agama Indonesia Romawi, atau tentara-tentara yang menyesah Yesus.

In this setting, today we look to Saint Pier Giorgio Frassati and Saint Carlo Acutis: a young man from the early 20th century and a teenager from our own day, both in love with Jesus and ready to give everything for him.

Carlo, for his part, encountered Jesus in his family, thanks to his parents, Andrea and Antonia — who are here today with his two siblings, Francesca and Michele — and then at school, and above all in the sacraments celebrated in the parish community. He grew up naturally integrating prayer, sport, study and charity into his days as a child and young man.

Both Pier Giorgio and Carlo cultivated their love for God and for their brothers and sisters through simple acts, available to everyone: daily Mass, prayer, and especially Eucharistic Adoration. Carlo used to say: “In front of the sun, you get a tan. In front of the Eucharist, you become a saint!”

Dear friends, Saints Pier Giorgio Frassati and Carlo Acutis are an invitation to all of us, especially young people, not to squander our lives, but to direct them upwards and make them masterpieces. They encourage us with their words: “Not I, but God,” as Carlo used to say. And Pier Giorgio: “If you have God at the center of all your actions, then you will reach the end.” This is the simple but winning formula of their holiness. It is also the type of witness we are called to follow, in order to enjoy life to the full and meet the Lord in the feast of heaven.

Comments

Popular posts from this blog

Peraturan Gereja: Kalau Beda Agama Boleh Aborsi

Hanya mengingatkan kalau anggur warnanya ungu. Kalau engga nganggur berarti engga ungu. Tuhan Yesus yang ngajarin. Logikanya, kalau anggur ungu, Gereja Katolik dibangun di ladang gandum, eh kebun anggur. Jadi kalau beda agama engga boleh nganggur. Eh, maksudnya boleh digugurkan. Meski memang healing tidak sebentar. Jadi kalau ungu apa? Anggur! Betul. Kalau pink? Gandum. Saya nilai Anda kesulitan membedakan anggur dan gandum. Saya juga binging bagaimana saya harus membantu Anda. Namun yang pasti, kalau beda agama hukumnya digugurkan, sehingga tidak mungkin anggur. Kita buktikan? Apa kepanjangan PSK? Pekerja. Nah, jika Anda punya saudara menikah beda agama dan terlihat menganggur, jangan mudah cemburu. Karena dia "Bekerja". Apalagi menurut Hukum Gereja, pernikahannya unlawful marriage (UM). Bisa dibayangkan menurut Hukum Gereja bagaimana dia "Bekerja?" Saya tidak menakut-nakuti, hanya untuk supaya Anda bisa memutuskan untuk masa depan. ...

Welcome: Pemilik Vatican News Indonesia

Secara administratif, bisa dikatakan begitu. Apalagi pada masa Paus Leo XIV. Ya kan papa jadi rumahmino.or.id yang milik Pastor van Kaam. Bukan milik Indonesia. Belum. Trus Ciny jadi roadmanager aja jpnl di jalan kerjaannya. Kalau Rm. Anton ya pegangan Cin, trus Kinci bilangin ora cina ciny wae. Belum punya Indonesia juga. Welcome! Nah ini papanya asli Indonesia. Sejauh ini kita pegangan asli. Barusan ketemu bounty hunter regalmadrid. Keren abis! https://www.vaticannews.va/id.html Nah ini websitenya biar aman administrasinya ya jadi milik Leona. Papanya kebetulan orang Indonesia. Jadi nanti regalmadrid.id.nl kalau ditanya siapa pemiliknya jawabnya Indonesia-Belanda. Tidak bebas secara administratif 100% bukan milik. Dan ini baru mulai. Masih jauh sekolahnya. Harus bisa optimis ke depan despite of these stereotypes. Ban kempes lah, gepeng, pended, server cebol, emih (keriting), more item, yang paling baru visual impairment buat antidote visual marketing. Sabar.. *elus dada *...

Homemade: Sadinashop.com with Nasy dan Kakek Ignatius

Aduh ini Mamanya buat tulisan sekelebat bacanya ugembel 😅 Nasywa sudah mau SMA loh. Jadi ini foto sudah lama ya? Kira-kira ini potret (portrait versi mentah) religiosity kami di sekolah Jesuit. Dengan segala keterbatasan, saya jadi foto kuburan Katolik aja. Lalu Mala fotonya jadi foto Sadina Brownies tentu disponsori Amerika melalui WhatsApp Business. Aduh, jadi pengen reuni. Ini punya Mala juga: Mumtaz.id Mala adalah teman SD. Sekelas.. Papanya Mala bernama Ignatius. Iya, lucu-lucuan anak SD pacar-pacaran. Kalau sekolah swasta pelajaran agama ikut agama sekolahnya ya. Jadi Mala juga mengikuti pelajaran Agama Katolik selama 6 tahun. Lalu dia kuliah di UGM. Sekarang di Madiun. Kami kelasnya engga ganti-ganti sampai Kelas 6. Jumlah karyawan: 3-5 orang