Skip to main content

The Law of Sasa Sauce

Closed book: blue collar
Open book: white collar
CBT: Closed-book test (blue collar)

Misalnya kita lagi tes CPNS. Wah, saya belum pernah. Mmm, apa ya?
Opa Sapto D4 APDN

SEJARAH IPDN
1920 – 1955


1988–2003

PERIODE APDN NASIONAL DAN STPDN
Pada tahun 1988, dengan pertimbangan untuk menjamin terbentuknya wawasan nasional dan pengendalian kualitas pendidikan, Menteri Dalam Negeri pada saat itu, Rudini, mengeluarkan kebijakan penyatuhan 20 Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang tersebar di 20 Provinsi pada satu tempat penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasional di Jatinangor Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Setelah terbentuknya APDN Nasional ini, kegiatan operasional pendidikan di 20 APDN secara bertahap dihentikan hingga menyelesaikan lulusan terakhir pada tahun 1991. Kebijakan Menteri Dalam Negeri tentang penyatuhan 20 APDN tertuang dalam Keputusan Nomor 38 Tahun 1988 tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional. Peresmian penyatuan APDN Nasional yang berkedudukan di Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Rudini pada tanggal 18 Agustus 1990.

Mengingat perkembangan kebutuhan akan lulusan Pamong Praja, APDN Nasional ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 1992 tentang Peningkatan APDN Nasional menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. Berdasarkan keputusan Presiden ini, status APDN Nasional menjadi STPDN dengan Program Studi Diploma Tiga (DIII) Pemerintahan dan diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 1992. Sejak tahun 1995, bertitik tolak dari keinginan dan kebutuhan untuk lebih mendorong perkembangan karier sejalan dengan peningkatan jabatan dalam sistem kepegawaian Republik Indonesia, maka program studi ditingkatkan menjadi Program Diploma Empat (DIV) Pemerintahan.


Sekarang

Sekarang Opa bekerja sebagai Camat di Kecamatan Gunungketur, kebetulan Tante Rita orang sana. Saya cuma ngambilin buat sekarang aja. Kalau masih bingung sekarang itu apa, bisa follow Hebrew Today.

Jadi dalam The Law of Sasa Sauce ini tertulis bahwa saya Indofood, dan Sita Del Monte (SDM). Karena ruang gerak saya sungguh sangat amat terbatas (SSAT), saya kemudian mengikuti saja The Law of Sasa Sauce ini. Sambil menitipkan Del Monte kepada penduduk setempat. Bisa dibayangkan usaha Romo Harry memberi kuliah Law of Moses? Seperti engga bisa ngomong The. Lalu sekarang tugasnya adalah SDM lokal. Mau gimana?

Meski begitu banyak kalimat saya yang hanya umpama saja:

SSAT: Sungguh Sangat Amat Terbatas
UM: Unlawful Marriage


Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang tersebar di 20 Provinsi pada satu tempat penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasional di Jatinangor Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Setelah terbentuknya APDN Nasional ini, kegiatan operasional pendidikan di 20 APDN secara bertahap dihentikan hingga menyelesaikan lulusan terakhir pada tahun 1991. Kebijakan Menteri Dalam Negeri tentang penyatuhan 20 APDN tertuang dalam Keputusan Nomor 38 Tahun 1988 tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional. Peresmian penyatuan APDN Nasional yang berkedudukan di Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Rudini pada tanggal 18 Agustus 1990.

Mengingat perkembangan kebutuhan akan lulusan Pamong Praja, APDN Nasional ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 1992 tentang Peningkatan APDN Nasional menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. Berdasarkan keputusan Presiden ini, status APDN Nasional menjadi STPDN dengan Program Studi Diploma Tiga (DIII) Pemerintahan dan diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 1992. Sejak tahun 1995, bertitik tolak dari keinginan dan kebutuhan untuk lebih mendorong perkembangan karier sejalan dengan peningkatan jabatan dalam sistem kepegawaian Republik Indonesia, maka program studi ditingkatkan menjadi Program Diploma Empat (DIV) Pemerintahan.

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax