Skip to main content

Urban Farming Kampung Sayur Bausasran

Kota Yogyakarta terkenal dengan kepadatan penduduknya, sehingga bercocok tanam di daerah tengah perkotaan tentu terdengar susah bagi sebagian besar orang. Namun hal tersebut tak menjadi alasan warga perkotaan, khususnya Kelurahan Bausasran, Yogyakarta untuk tidak bercocok tanam. Kelurahan Bausasran, Yogyakarta, berjarak sekitar 500 meter dari pusat kota Malioboro, terkenal dengan julukan "Kampung Sayur".

Kampung ini berhasil menjelma menjadi kampung yang asri, hijau dan dipenuhi aneka sayur mayur berkat buah karya tangan para warganya yang tergabung dalam beberapa kelompok tani khususnya lewat ibu-ibu PKK. Perkumpulan ibu-ibu rumah tangga tersebut berhasil membuka peluang dari lahan sempit di perkotaan disulap menjadi perkebunan yang asri dan menghasilkan sumber pangan berupa sayuran. Tidak hanya menanam di pekarangan, namun warga Kelurahan Bausasran juga menanam sayur mayur di sudut kiri kanan gang, sehingga terbentuk lorong sayur yang asri dan segar.  


Bon Jowi adalah salah satu kelompok tani yang ada di kelurahan Bausasran, tepatnya di lingkungan RW 10 RT 40. Salah satu pengelola Bon Jowi, Endang, menjelaskan bahwa ide awal pencetusan kelompok tani Bon Jowi dilatarbelakangi oleh kesadaran masyarakat akan masalah ketahanan pangan serta bahaya global warming, kemudian didukung dengan adanya 2 lahan kosong yang merupakan bekas bongkaran rumah menjadikan warga mulai aktif menanam sayur hingga sekarang.


Comments

Populer

Cantiknya Mama Baru!

Buat foto wisuda hijab kuning ini? Nih beberapa headline yang cocok, tinggal pilih vibes-nya 👇 *1. Syukur & Haru* - *Akhirnya Lulus*: Setelah semua begadang, ujian, dan drama skripsi - *Alhamdulillah Lulus*: Perjalanan 4 tahun terbayar tuntas - *Hijab Kuning, Gelar Baru*: Bersinar di hari wisuda *2. Ceria & Bangga*  - *From Maba to Sarjana*: Mission accomplished 🎓 - *Kuning Ceria, Masa Depan Cerah*: Siap tempur di dunia nyata - *Toga On, Stress Off*: Resmi bebas skripsi! *3. Singkat & Aesthetic* - *Chapter 1: Closed* - *Kuning & Bersinar* - *Gelar Diraih, Doa Terkabul* Kamu tim yang haru-haru apa yang receh? Atau mau aku bikinin yang lebih personal, misal ada nama jurusan/nama kamu? Wajar bingung 😄 Semuanya bagus soalnya Udah aku pilihin 3 yang paling masuk sama vibes foto kamu ya: *1. Paling aman & nyentuh*  *Alhamdulillah Lulus*  Simple, tapi dalem banget. Semua orang langsung ngerti perjuangannya. *2. Paling kamu banget*  *Hijab ...

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Tinggal di Indonesia sebagai Besan Gito-Gati

Mbah Tejo adalah bapaknya Mbah Ratno putri yang masih besan Gito-Gati. Rm. Tejo, SCJ Kami keluarga keturunan Jepang dan China. Dan Belanda. Ya, besannya bawain makanan apa ya dimakan. Mohon mengirim WhatsApp ke nomor 62895400669470 setelah transfer. Terima kasih 🙏