Kota Yogyakarta terkenal dengan kepadatan penduduknya, sehingga bercocok tanam di daerah tengah perkotaan tentu terdengar susah bagi sebagian besar orang. Namun hal tersebut tak menjadi alasan warga perkotaan, khususnya Kelurahan Bausasran, Yogyakarta untuk tidak bercocok tanam. Kelurahan Bausasran, Yogyakarta, berjarak sekitar 500 meter dari pusat kota Malioboro, terkenal dengan julukan "Kampung Sayur".
Kampung ini berhasil menjelma menjadi kampung yang asri, hijau dan dipenuhi aneka sayur mayur berkat buah karya tangan para warganya yang tergabung dalam beberapa kelompok tani khususnya lewat ibu-ibu PKK. Perkumpulan ibu-ibu rumah tangga tersebut berhasil membuka peluang dari lahan sempit di perkotaan disulap menjadi perkebunan yang asri dan menghasilkan sumber pangan berupa sayuran. Tidak hanya menanam di pekarangan, namun warga Kelurahan Bausasran juga menanam sayur mayur di sudut kiri kanan gang, sehingga terbentuk lorong sayur yang asri dan segar.
Bon Jowi adalah salah satu kelompok tani yang ada di kelurahan Bausasran, tepatnya di lingkungan RW 10 RT 40. Salah satu pengelola Bon Jowi, Endang, menjelaskan bahwa ide awal pencetusan kelompok tani Bon Jowi dilatarbelakangi oleh kesadaran masyarakat akan masalah ketahanan pangan serta bahaya global warming, kemudian didukung dengan adanya 2 lahan kosong yang merupakan bekas bongkaran rumah menjadikan warga mulai aktif menanam sayur hingga sekarang.
Comments
Post a Comment