Kita semua tahu bahwa tanaman lombok seyogyanya tumbuh di lahan yang luas dan teduh. Untuk mendapatkan ekosistem tersebut, biasanya pemerintah menanam tanaman pelindung terlebih dahulu 40 tahun sebelum penanaman lombok diaplikasikan. Sehingga tanaman-tanaman pelindung mampu memberi support cadangan air terbanyak yang utama, kemudian pelindung dari hewan buas, yang ketiga dari tangan manusia sendiri. Tentu kita masih ingat tentang bacaan Maria negatif.
Kemudian, lombok ditanam di area yang luas tersebut dengan cahaya matahari sedang.
Nah, Pak Supanto ini penggagas penanaman lombok di area pemukiman kami yang sangat kecil. Tidak ada lahan menanam sama sekali di masing-masing rumah. Hanya ada 1 lahan bersama di dekat masjid. Sangat subur karena Di dekat sungai. Sekarang ditanami terong oleh warga.
Bibit tanaman lombok yang sudah dibagikan kepada warga lalu diberi contoh dengan ditanam di galon-galon Le Minerale bekas. Sekarang jalan masuk ke kampung kami seperti disambut tanaman-tanaman lombok kecil.
Pak Supan adalah Dosen Instiper, jadi dosennya Mbah Mirmo dan Mbah Marsudi yang sudah kita anugerahi title 'Gur Kuliah' melalui Instagram (IG).
Comments
Post a Comment