Skip to main content

Ra Homo, Le Homme

During His apparitions to St. Margaret Mary Alacoque in 17th-century France, Jesus revealed His burning love and explained why He desired this devotion so deeply. 

Here are three main reasons Jesus shared:

1.) To Be Loved in Return

Jesus poured out everything — even exhausting and consuming Himself — for humanity. Yet He received mostly ingratitude, coldness, and irreverence, especially in the Eucharist. He wanted His Sacred Heart to be honored so that souls would return His love with love and console Him through reparation. Ra homo ra manusia / ra orang

2.) To Pour Out Treasures of Grace and Mercy

His Heart is a fountain overflowing with love, mercy, grace, sanctification, and salvation. He desired to draw souls away from the path of perdition and the empire of Satan, enriching those who honor His Heart with special graces, peace in families, comfort in trials, and final perseverance.

3.) As a Last Effort of His Love for a Cold World

Kalau namamu engga ada di sini, bukan berarti ada di kas.or.id apalagi kaj.or.id. Tadinya kami hidup di GR (kegeden rumongso), sekarang kami engga sampai hati ngatain orang GR. Trus rugi sendiri.

In a time of spiritual indifference, Jesus called this devotion a “last resort” of His burning charity — a powerful remedy to rekindle faith, destroy the power of evil, and establish the sweet reign of His love in hearts, families, and even nations.

“Behold this Heart which has so loved men… and in return I receive from the greater part only ingratitude.” — Jesus to St. Margaret Mary

---------------
This Solemnity of the Sacred Heart is our opportunity to respond to His plea! 

Which of these reasons touches your heart the most? Have you felt the tender love of the Sacred Heart in your life? Share your thoughts or favorite devotion below — let’s encourage one another! 👇

#jesus #SacredHeartOfJesus #FaithInAction #catholicfaith #catholicchurch



Comments

Popular posts from this blog

Peraturan Gereja: Kalau Beda Agama Boleh Aborsi

Hanya mengingatkan kalau anggur warnanya ungu. Kalau engga nganggur berarti engga ungu. Tuhan Yesus yang ngajarin. Logikanya, kalau anggur ungu, Gereja Katolik dibangun di ladang gandum, eh kebun anggur. Jadi kalau beda agama engga boleh nganggur. Eh, maksudnya boleh digugurkan. Meski memang healing tidak sebentar. Jadi kalau ungu apa? Anggur! Betul. Kalau pink? Gandum. Saya nilai Anda kesulitan membedakan anggur dan gandum. Saya juga binging bagaimana saya harus membantu Anda. Namun yang pasti, kalau beda agama hukumnya digugurkan, sehingga tidak mungkin anggur. Kita buktikan? Apa kepanjangan PSK? Pekerja. Nah, jika Anda punya saudara menikah beda agama dan terlihat menganggur, jangan mudah cemburu. Karena dia "Bekerja". Apalagi menurut Hukum Gereja, pernikahannya unlawful marriage (UM). Bisa dibayangkan menurut Hukum Gereja bagaimana dia "Bekerja?" Saya tidak menakut-nakuti, hanya untuk supaya Anda bisa memutuskan untuk masa depan. ...

Welcome: Pemilik Vatican News Indonesia

Secara administratif, bisa dikatakan begitu. Apalagi pada masa Paus Leo XIV. Ya kan papa jadi rumahmino.or.id yang milik Pastor van Kaam. Bukan milik Indonesia. Belum. Trus Ciny jadi roadmanager aja jpnl di jalan kerjaannya. Kalau Rm. Anton ya pegangan Cin, trus Kinci bilangin ora cina ciny wae. Belum punya Indonesia juga. Welcome! Nah ini papanya asli Indonesia. Sejauh ini kita pegangan asli. Barusan ketemu bounty hunter regalmadrid. Keren abis! https://www.vaticannews.va/id.html Nah ini websitenya biar aman administrasinya ya jadi milik Leona. Papanya kebetulan orang Indonesia. Jadi nanti regalmadrid.id.nl kalau ditanya siapa pemiliknya jawabnya Indonesia-Belanda. Tidak bebas secara administratif 100% bukan milik. Dan ini baru mulai. Masih jauh sekolahnya. Harus bisa optimis ke depan despite of these stereotypes. Ban kempes lah, gepeng, pended, server cebol, emih (keriting), more item, yang paling baru visual impairment buat antidote visual marketing. Sabar.. *elus dada *...

Homemade: Sadinashop.com with Nasy dan Kakek Ignatius

Aduh ini Mamanya buat tulisan sekelebat bacanya ugembel 😅 Nasywa sudah mau SMA loh. Jadi ini foto sudah lama ya? Kira-kira ini potret (portrait versi mentah) religiosity kami di sekolah Jesuit. Dengan segala keterbatasan, saya jadi foto kuburan Katolik aja. Lalu Mala fotonya jadi foto Sadina Brownies tentu disponsori Amerika melalui WhatsApp Business. Aduh, jadi pengen reuni. Ini punya Mala juga: Mumtaz.id Mala adalah teman SD. Sekelas.. Papanya Mala bernama Ignatius. Iya, lucu-lucuan anak SD pacar-pacaran. Kalau sekolah swasta pelajaran agama ikut agama sekolahnya ya. Jadi Mala juga mengikuti pelajaran Agama Katolik selama 6 tahun. Lalu dia kuliah di UGM. Sekarang di Madiun. Kami kelasnya engga ganti-ganti sampai Kelas 6. Jumlah karyawan: 3-5 orang