Skip to main content

Totus Tuus

In 1923, near the tomb of St. Thérèse of Lisieux, a rose petal was found whose natural markings, when photographed by transmitted light, closely resembled the Holy Face of Jesus. 

Scientific examination under microscopes revealed no paint, ink, or human alteration—the image appeared formed by the petal’s own cellular structure. 

The discovery was later distributed with an imprimatur as a devotion card and has long been linked to the saint’s deep love for the Holy Face and her promise to “let fall a shower of roses.”

A generation later, in 1948 at the Carmelite monastery in Lipa, Philippines, numerous witnesses reported showers of rose petals, some of which were said to bear religious images—without any human intervention, such as paint or etching.

The resemblance between the two phenomena is striking. Both involve rose petals carrying sacred imagery, both are connected to the Carmelite tradition, and both evoke St. Thérèse’s famous promise of roses from heaven. 

Many of the faithful see in these parallel signs a possible quiet cooperation of the Little Flower—spending her heaven doing good on earth.

In both cases, the petals invite the same response: deeper love for the Face of Christ and trust in the “little way” of confidence and simplicity.

Note: The Church has already ruled that the Lipa apparition lacks any supernatural origin, similar to Medjugorje, as stated in a letter signed by the convent’s superior. This letter claims that all events were fabricated. Nevertheless, the Church does not prohibit devotion to the Title of Mary as Mediatrix of All Graces.

St. Thérèse of the Child Jesus and the Holy Face, pray for us. Amen! 🙏

#CatholicNews #NewsUpdate #miracles #jesus #prayer #GodFirst #FaithInAction #catholicchurch


Comments

Popular posts from this blog

Peraturan Gereja: Kalau Beda Agama Boleh Aborsi

Hanya mengingatkan kalau anggur warnanya ungu. Kalau engga nganggur berarti engga ungu. Tuhan Yesus yang ngajarin. Logikanya, kalau anggur ungu, Gereja Katolik dibangun di ladang gandum, eh kebun anggur. Jadi kalau beda agama engga boleh nganggur. Eh, maksudnya boleh digugurkan. Meski memang healing tidak sebentar. Jadi kalau ungu apa? Anggur! Betul. Kalau pink? Gandum. Saya nilai Anda kesulitan membedakan anggur dan gandum. Saya juga binging bagaimana saya harus membantu Anda. Namun yang pasti, kalau beda agama hukumnya digugurkan, sehingga tidak mungkin anggur. Kita buktikan? Apa kepanjangan PSK? Pekerja. Nah, jika Anda punya saudara menikah beda agama dan terlihat menganggur, jangan mudah cemburu. Karena dia "Bekerja". Apalagi menurut Hukum Gereja, pernikahannya unlawful marriage (UM). Bisa dibayangkan menurut Hukum Gereja bagaimana dia "Bekerja?" Saya tidak menakut-nakuti, hanya untuk supaya Anda bisa memutuskan untuk masa depan. ...

Welcome: Pemilik Vatican News Indonesia

Secara administratif, bisa dikatakan begitu. Apalagi pada masa Paus Leo XIV. Ya kan papa jadi rumahmino.or.id yang milik Pastor van Kaam. Bukan milik Indonesia. Belum. Trus Ciny jadi roadmanager aja jpnl di jalan kerjaannya. Kalau Rm. Anton ya pegangan Cin, trus Kinci bilangin ora cina ciny wae. Belum punya Indonesia juga. Welcome! Nah ini papanya asli Indonesia. Sejauh ini kita pegangan asli. Barusan ketemu bounty hunter regalmadrid. Keren abis! https://www.vaticannews.va/id.html Nah ini websitenya biar aman administrasinya ya jadi milik Leona. Papanya kebetulan orang Indonesia. Jadi nanti regalmadrid.id.nl kalau ditanya siapa pemiliknya jawabnya Indonesia-Belanda. Tidak bebas secara administratif 100% bukan milik. Dan ini baru mulai. Masih jauh sekolahnya. Harus bisa optimis ke depan despite of these stereotypes. Ban kempes lah, gepeng, pended, server cebol, emih (keriting), more item, yang paling baru visual impairment buat antidote visual marketing. Sabar.. *elus dada *...

Homemade: Sadinashop.com with Nasy dan Kakek Ignatius

Aduh ini Mamanya buat tulisan sekelebat bacanya ugembel 😅 Nasywa sudah mau SMA loh. Jadi ini foto sudah lama ya? Kira-kira ini potret (portrait versi mentah) religiosity kami di sekolah Jesuit. Dengan segala keterbatasan, saya jadi foto kuburan Katolik aja. Lalu Mala fotonya jadi foto Sadina Brownies tentu disponsori Amerika melalui WhatsApp Business. Aduh, jadi pengen reuni. Ini punya Mala juga: Mumtaz.id Mala adalah teman SD. Sekelas.. Papanya Mala bernama Ignatius. Iya, lucu-lucuan anak SD pacar-pacaran. Kalau sekolah swasta pelajaran agama ikut agama sekolahnya ya. Jadi Mala juga mengikuti pelajaran Agama Katolik selama 6 tahun. Lalu dia kuliah di UGM. Sekarang di Madiun. Kami kelasnya engga ganti-ganti sampai Kelas 6. Jumlah karyawan: 3-5 orang