Skip to main content

The Mother of All Asia


The Mother of All Asia – Tower of Peace, also known as the Statue of Mary, Mother of All Asia, is currently the tallest Catholic statue of the Virgin Mary in the world by height.

Located at the Montemaria International Pilgrimage and Conference Center in Barangay Pagkilatan, Batangas City, Philippines, the monument measures 98.15 meters (322 feet) from the ground to the tip of the cross on her crown. This total height includes the statue figure and its multi-level pedestal structure, making it equivalent in scale to a 33-story building.

Construction of the project began in 2014 and was completed in 2021. The statue was designed by the late Filipino national artist Eduardo Castrillo, with its inauguration held on December 7, 2021. It was developed as part of efforts to create a major pilgrimage site and stands on a plateau overlooking Batangas Bay and the Verde Island Passage.

Symbolically, the monument is dedicated to the Virgin Mary as a representation of unity and peace across Asia and beyond. Its design includes elements such as a crown with 12 stars (referencing the Apostles) and foundations evoking the 12 tribes of Israel. The site features chapels (including one dedicated to St. John Paul II), observation decks accessible by elevator or stairs, and panoramic views of the surrounding seascape.

The structure ranks among the world's tallest statues overall and surpasses the height of the Statue of Liberty (93 meters) and Christ the Redeemer in Rio de Janeiro. It is recognized as exceeding previous records for Marian statues, such as the Virgin of Peace monument in Venezuela.

The Montemaria shrine operates as a place for prayer, Masses, retreats, and pilgrimage, open daily to visitors.


#Catholicfaith #FaithInAction #catholicchurch #catholic #BlessedVirginMary #recordholder



Comments

Popular posts from this blog

Peraturan Gereja: Kalau Beda Agama Boleh Aborsi

Hanya mengingatkan kalau anggur warnanya ungu. Kalau engga nganggur berarti engga ungu. Tuhan Yesus yang ngajarin. Logikanya, kalau anggur ungu, Gereja Katolik dibangun di ladang gandum, eh kebun anggur. Jadi kalau beda agama engga boleh nganggur. Eh, maksudnya boleh digugurkan. Meski memang healing tidak sebentar. Jadi kalau ungu apa? Anggur! Betul. Kalau pink? Gandum. Saya nilai Anda kesulitan membedakan anggur dan gandum. Saya juga binging bagaimana saya harus membantu Anda. Namun yang pasti, kalau beda agama hukumnya digugurkan, sehingga tidak mungkin anggur. Kita buktikan? Apa kepanjangan PSK? Pekerja. Nah, jika Anda punya saudara menikah beda agama dan terlihat menganggur, jangan mudah cemburu. Karena dia "Bekerja". Apalagi menurut Hukum Gereja, pernikahannya unlawful marriage (UM). Bisa dibayangkan menurut Hukum Gereja bagaimana dia "Bekerja?" Saya tidak menakut-nakuti, hanya untuk supaya Anda bisa memutuskan untuk masa depan. ...

Welcome: Pemilik Vatican News Indonesia

Secara administratif, bisa dikatakan begitu. Apalagi pada masa Paus Leo XIV. Ya kan papa jadi rumahmino.or.id yang milik Pastor van Kaam. Bukan milik Indonesia. Belum. Trus Ciny jadi roadmanager aja jpnl di jalan kerjaannya. Kalau Rm. Anton ya pegangan Cin, trus Kinci bilangin ora cina ciny wae. Belum punya Indonesia juga. Welcome! Nah ini papanya asli Indonesia. Sejauh ini kita pegangan asli. Barusan ketemu bounty hunter regalmadrid. Keren abis! https://www.vaticannews.va/id.html Nah ini websitenya biar aman administrasinya ya jadi milik Leona. Papanya kebetulan orang Indonesia. Jadi nanti regalmadrid.id.nl kalau ditanya siapa pemiliknya jawabnya Indonesia-Belanda. Tidak bebas secara administratif 100% bukan milik. Dan ini baru mulai. Masih jauh sekolahnya. Harus bisa optimis ke depan despite of these stereotypes. Ban kempes lah, gepeng, pended, server cebol, emih (keriting), more item, yang paling baru visual impairment buat antidote visual marketing. Sabar.. *elus dada *...

Homemade: Sadinashop.com with Nasy dan Kakek Ignatius

Aduh ini Mamanya buat tulisan sekelebat bacanya ugembel 😅 Nasywa sudah mau SMA loh. Jadi ini foto sudah lama ya? Kira-kira ini potret (portrait versi mentah) religiosity kami di sekolah Jesuit. Dengan segala keterbatasan, saya jadi foto kuburan Katolik aja. Lalu Mala fotonya jadi foto Sadina Brownies tentu disponsori Amerika melalui WhatsApp Business. Aduh, jadi pengen reuni. Ini punya Mala juga: Mumtaz.id Mala adalah teman SD. Sekelas.. Papanya Mala bernama Ignatius. Iya, lucu-lucuan anak SD pacar-pacaran. Kalau sekolah swasta pelajaran agama ikut agama sekolahnya ya. Jadi Mala juga mengikuti pelajaran Agama Katolik selama 6 tahun. Lalu dia kuliah di UGM. Sekarang di Madiun. Kami kelasnya engga ganti-ganti sampai Kelas 6. Jumlah karyawan: 3-5 orang