Ya Mohon maklum. Orang rantau jauh loh dari Lampung. Kalau plesir aja capek. Nah ini kan misinya bukan hanya plesir.
Yang Utama ya misi kemanusiaan.
Jadi kalau bayangin Pangeran ya bener, cuma harus bisa mengukur Pangeran ini engga suka tidur di kamar. Ini Pangerannya tidur di loteng (attic). Sekarang buat jemuran istrinya, eh mantan.
Trus Kan ya ini posesif banget Sama space ini. Aku kasih Embek umpama pecahan kaca. Ngalah aja kalau dia sibuk di loteng.
Engga usah dibantah. Iya iya aja.
Nah, Lampung sendiri sebagai kota pelabuhan bukan kota Yang bersahabat. Kami kalau mudik harus beli pistol-pistolan papa potong cepak, pakai jaket kulit, pistolnya nongol supaya apa? Supaya engga dijambret atau anaknya diangkut kernet di terminal rajabasa. Wah, jambret Di sama ramah-ramah. Kasih kamu kursi cuma-cuma.
Kalau orang sana kasih gratisan kamu perlu berpikir ulang dalam ukuranmu menolong orang, memberi bantuan, menerima kebaikan, semua 360° bentuknya.
In short, ini parang beneran. Dan ini tangan gue.



Comments
Post a Comment