Skip to main content

Retret dan Renungan

Bekerja: Di Kebun Anggur atau di Ladang Gandum?

Katakan aku dan kamu SD-nya sama, kuliahnya sama, semuanya sama. Lalu aku ditugaskan Baus bekerja di Kebun Anggur. Sedangkan kamu di ladang gandum. Bagaimana kamu memaknai pekerjaanmu di ladang gandum? Kamu tahu bahwa pekerjaanmu itu berbeda dariku, dan aku tidak bersama-sama denganmu. Apakah kamu iri hati sekali? Dengan yang lain di tempat lain yang selalu di pihakku? Padahal kami juga jarang bertemu. Apakah kamu menginginkan pekerjaanku sama persis?

Nah, ini kayanya kebalik nih. We want your job. Hehe. Misalnya Chow Chow pengin main basket sampai mimpiin jadi Michael Jordan. Oh, yes. We are so jealous. Mimpi Chow Chow sampai jadi kenyataan di Indonesia.


Keluarga Kudus Nazareth (KKN)

Kalau bicara keluarga, tidak usah dibanding-bandingkan dengan pekerjaan. Tidak sepadan. Aku tidak akan menaruhnya di zona beresiko. Dan aku yakin kamupun memberi harga keluargamu tidak murah, apapun pencapaian hidupmu. Jadi, kita sama-sama tahu mau pekerjaan jelek, mau pekerjaan bagus, kita yakin di rumah siapapun berharga di dalam keluarganya. Tidak mungkin anggota keluarganya membela orang lain di kantor anaknya misalnya meski pekerjaan anaknya jelek, keluarganya akan tetap membelanya di depan umum. Karena good and bad di dalam keluarga sudah terbentuk jauh sebelum kolega. Kalau keluarga itu isinya, kalau kolega bentengnya atau tembok. Jadi, harus berhati-hati dalam mempercayai informasi anggota keluarga yang mencurigakan, misalnya menggosipkan sesuatu hal kecil itu pasti orang lain.

Tidak perlu bertele-tele, kalau tidak tahu pegangan apa tahu harus baca Alkitab. Bagaimana Santo Yosef membimbing anggota keluarganya sehari-hari dalam kesederhanaan dan ketekunannya menjadi tukang kayu. Anggap saja Maria tidak dapat bicara. Coba sebut saja dalam ayat mana Maria berbicara. Apakah kamu end up di sisi sebaliknya? Apa yang harus kamu lakukan? Sebagai Maria?

Kita sebut saja beliau sebagai Social House.


Common Sense

1. Barusan nikah sama hp

2. Promo uti: bahwa menikah dengan kaum penyelenggara agama (atau WC menurut CB) bersifat disebut memiliki imunitas.

3. Lemah di K kuliah / dewasa

Sampai sini, kami berulang kali mencoba namun selalu kembali bertemu orang itu-itu saja, yakni Panitia Imunitas dan Panitia Dewasa. Apa sih tugas beliau-beliau itu? Wah, tinggi sekali ya bahasanya. Well, selepas kuliah tentu berada di masyarakat. Untuk bisa keluar ke masyarakat, Anda perlu didampingi panitia inti. Untuk apa? Pertama tentu supaya tidak malu-maluin Papaus. Nanti disuarani.. "Woh, kae cah Sadhar acara hotel nganggo sandal". Opo meneh nganti mlebu koran. Koyo Alvin SMA mbolos neng pasar ngasem dadi headline "Siswa Padmanaba terfoto di Pasar Ngasem pada jam sekolah". Namanya juga wartawan iseng. Kedua untuk keamanan Anda dan keluarga Anda. Kita akan sebut Anda sebagai panitia di dalam Common Sense. Lalu Panitia Dewasa tentu akan mendefinisikan pertemuan kita yaitu di masa dewasa, karena kita tidak saling bertemu waktu masa kanak-kanak. Bukan Anda yang kami cari kalau bahasa lamaran kerja. Kita akan address beliau-beliau sebagai To The Most High.


Sekolah Katolik

Bagaimana sih sekolah Katolik itu? Umpama nich ya import cerita dari luar negeri. Ada anak SD dikeluarin dari sekolah hanya karena kentut di kelas.

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax