Skip to main content

Katolik Anglikan

 



Kepemimpinan


Perbedaan pertama antara kedua tradisi tersebut adalah pengakuan kepemimpinan. Anglikan adalah bagian dari “persekutuan” Gereja dan tidak memiliki otoritas pusat. Secara umum, Uskup Agung Canterbury dianggap sebagai Primus Inter Pares ‘yang pertama di antara yang sederajat’ dan hingga kini, Raja Inggris masih mempertahankan peran simbolis ini.


Empek-empek pare


Sedangkan Umat Katolik dengan tegas memegang teguh otoritas Paus, yang merupakan penerus Santo Petrus. Di mana Anglikan tidak mengakui otoritas itu.


Ekaristi



Meskipun umat Anglikan dan Katolik menggunakan terminologi serupa mengenai Ekaristi, mereka tidak memiliki kepercayaan yang sama. Gereja Katolik mengakui dogma “transubstansiasi”, yang dijelaskan oleh Katekismus sebagai berikut: “Dengan konsekrasi roti dan anggur terjadi perubahan seluruh substansi roti menjadi substansi tubuh Kristus, Tuhan kita dan tubuh Kristus. seluruh substansi anggur menjadi substansi darah-Nnya” (KGK 1376). Artinya, sementara rupa roti dan anggur tetap ada, substansinya diubah (melalui kuasa Allah) sepenuhnya menjadi tubuh dan darah Kristus.


Anglikan memiliki beragam kepercayaan, tetapi secara historis menolak transubstansiasi ini. Menurut “katekismus” Anglikan, mereka “menegaskan bahwa roti dan anggur adalah tubuh dan darahnya secara spiritual, dan kemudian memenuhi syarat bahwa, meskipun makanannya surgawi atau spiritual, itu mengambil bagian dari tubuh dan Kristus.”


Bagi Anglikan, Ekaristi tidak diubah secara substansial, tetapi hanya diubah secara “spiritual”, dan bergantung pada penerimaan komuni. Kehadiran Yesus tidak tetap.


Imamat


Di antara perbedaan utama antara kedua tradisi tersebut adalah kepercayaan tentang imamat. Banyak Gereja Anglikan terbuka untuk menahbiskan pria dan wanita menjadi imam. Sedangkan Gereja Katolik menegaskan bahwa hanya laki-laki yang dapat menerima Sakramen Tahbisan.


Bisa disebut saja Anglikan



Penakatolik.com


Katolik Roma

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax