Setelah mengulas Gerobak Mie Ayam, saya punya ide mengamati apa saja jualan Gerobak Samping Pakuwon. Yang langsung jelas terlihat adalah air mineral yang paling populer. Kemudian ada nasi bungkus, yang paling depan gudeg, lalu nasi sambal teri, nasi sambal cumi. Ada bakmi goreng dan sambal di sebelahnya. Camilan, dan kerupuk. Di rak atasnya ada risol mayo dan menu ikan.
Sebenarnya saya berharap ada menu sate usus.
Trus kamu bayangin makan apa? Mmm, aku sama Chow Chow memutuskan makan nasi sambal teri dan air mineral. Daripada kami harus pingsut, kami mencoba berdiskusi tanpa membuka mulut. Jadi kami diem aja tapi diskusi. :D
Karena kami engga punya mobil, ini tadi saya sama Chow Chow memilih model makanan untuk difoto. Dari Top Strawberry X-tra Large (size L), engga mungkin kalau engga Large, dan strawberry. Lalu ada Delfi Chacha milk chocolate, dan togo biru. Trus ada sangu lapis legit dari Mentari.
Nah kan uti belum beli mobil. Nanti kalau uti beli mobil pasti aku beri tahu Chow Chow. Tapi pengin beli Honda Brio karena kecil cukup masuk garasi. Ada tetangga di Kakap udah punya Brio plat BE warna hitam, jadi bisa terinspirasi.
Nah, ini aja Kardinal Parolin dan Kardinal Julius Darmaatmadja masuk daftar engga bisa ikut konklaf. Biasanya ini kalau yang minor-minor nyangkut di sini jadi gerobak. Hahaha, lucu ya kita? Harapannya jadi Car (baca: mobil), eh malah analisis gerobak. Lalu beberapa akan lari supaya tidak diliput di sini. Wkwkwk. Dan membangun citra major.
Jadi nanti kalau uti beli mobil, mobilnya Brio plat AB kan, tapi engga tahu warna apa. Apa warna kesukaan Albertus Soegijapranata? Merah? :D
Ya udah yuk, Ciny temenin berkhayal punya Brio merah:




Comments
Post a Comment