Skip to main content

Ini fotografernya namanya ilham


Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita dan sahabatmisdinar.id akan berbagi ilham. Ini fotografernya namanya ilham, kalau dilihat dari tempat dia memotret yaitu di gunung, kemudian dengan latar hijau dan biru, yang mana hijau adalah rumput, dan biru adalah gunung atau langit.

Kemudian dia mengenakan jaket warna hitam. Bukan kulit. Itu bahannya sintetis menuju bahan plastik dan terpal. Kemungkinan kalau kameranya kecil, nama belakangnya adalah santoso. Jadi nama fotografer alam tersebut adalah ilham santoso.

Test and Failure

Setelah kita melalui beberapa perjalanan bersama, akun vaticannews.id tersuspended selama content 89. Sehingga saya menjaga jarak dengan Jorge. Toh dia fobia dokter. Jadi dia saya buatkan kamar sendiri.

Kita akan masuk ke tahap Test and Failure 2: Photogenic. Namanya juga bisnis, harus putih, cantik, tinggi untuk jadi model. Kebetulan saya ketempelan Miss Universe.


Karena lalu saya membuat vaticannewsid, berarti Papaus tinggal punya vaticannews_id. Wah, padahal saya sayang sekali dengan vaticannews.id ada titiknya.

Okay, jadi kalau pengen difoto level kecantikan Miss Universe ini dibawa ke mana-mana. Kebetulan baru saja apply di House Catherine jadi guru filsafat kecantikan. Iya nich, kalau Wanita Katolik levelnya harus filsafat dandan. Kalau engga dapet filsafat ngapain? Cantik filosofis.

Namun, kita punya harapan tinggi. Saya turunkan dulu level sosialnya. Supaya kita engga overbudget.

1. Model fotogenik level TV: a) aktris, b) bintang iklan. Jadi 1a apa? Aktris, okay. 1b bintang iklan.

2. Model fotogenik level beauty peagant. Nah, ini Miss Universe masuk Kelas 2. Karena Kelas 1 perlu juga untuk membentuk behaviour dan social control.

3. Model fotogenik level media sosial. Kita sudah convert ke video vertikal untuk disesuaikan ke layar hape. Dan banyak scene pendek diproduksi langsung untuk setting media sosial, maksudnya tidak ada versi horisontalnya seperti untuk TV.

Nah, kita masuk ke kategori nomor 3. Sudah siap ya? Karena kita dari Gereja, tentu benchmarknya Misdinar. Bukan yang lain.

Content 89 Tragedy

Saya bukan penggemar tragedi. Tapi sudah membawa bekal adegan Romeo dan Juliet untuk Rm. Adit.

Meski begitu, saya perlu berlatih menjadi telinga level tragedi. Barusan mendengar / diberi judul "Content 89 Tragedy." Karena yang ngasih ketinggian, ya diterima saja.

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax