Skip to main content

Komunitas Gerobak Sapi Keliling Desa

Komunitas Gerobak Sapi "Makarti Roso Manunggal" Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan wisata minat khusus menyusuri jejak peradaban.

"Wisata ini mencoba menawarkan wisata alternatif yang berbasis pada kebudayaan di desa-desa," kata penggerak wisata gerobak sapi Nuryanto di Sleman, Kamis.

Menurut dia, wisata minat khusus gereobak sapi menawarkan kepada para wisatawan untuk menikmati alam pedesaan di Kabupaten Sleman dengan menaiki gerobak sapi.

"Wisatawan dapat menikmati nuansa zaman dahulu saat gerobak sapi ini masih menjadi andalan transportasi masyarakat," katanya.

Ia mengatakan gerobak sapi pada zaman dahulu selain digunakan untuk mengangkut hasil bumi masyarakat yang akan dijual ke kota, juga berfungsi sebagai alat bantu perjuangan kemerdekaan.

"Dahulu gerobak sapi ini juga digunakan untuk pergerakan penyamaran para pejuang kemerdekaan, juga untuk mengangkut persenjataan maupun logistik pejuang," katanya.

Nuryanto atau yang akrab disapa Mbendol itu, mengatakan komunitas Gerobak Sapi "Makarti Roso Manunggal" juga telah meluncurkan "Omah Wisata Gerobak Sapi" di Dusun Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

"Setelah di Dusun Somodaran, kami sebentar lagi 'launching' di 'Omah Kartika Affandi'. Wisata ini berbasis pada seni rupa dan agraris," katanya.


Ia mengatakan di rumah milik Kartika Affandi yang merupakan putri maestro seni rupa Indonesia Affandi itu, para wisatawan, antara lain dapat menikmati suasana pertanian dan perkebunan.

"Wisatawan juga dapat menikmati karya-karya seni rupa Kartika Affandi," katanya./e

https://kalsel.antaranews.com/berita/27382/komunitas-gerobak-sapi-kembangkan-wisata-susuri-peradaban

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax