Skip to main content

Peringati 110 Tahun Driyarkara, Perpustakaan USD Pamerkan Arsip tentang Driyarkara


Dalam rangka memperingati 110 Tahun N. Driyarkara SJ, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan Program Pascasarjana dan Bookstore mengadakan Pameran Arsip tentang Driyarkara di Lobby Perpustakaan Pusat USD Kampus II Mrican. Arsip yang dipamerkan berupa arsip foto, arsip tekstual, karya-karya, dan arsip audio visual. Pameran ini diselenggarakan selama satu minggu, mulai tanggal 13-19 Juni 2023 pukul 08.00-18.00.

Kepala Perpustakaan USD, Drs. Paulus Suparmo, M.Hum. menyampaikan arsip yang dipamerkan berupa arsip foto, arsip tekstual, karya-karya, dan arsip audio visual. Selain itu, menurutnya, mempelajari arsip tentang Driyarkara bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Sementara itu, F.X. Mukarto, Ph.D. selaku Direktur Program Pascasarjana USD mengungkapkan kegembiraan dan harapannya atas terselenggaranya pameran ini.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sanata Dharma, Pater Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., mengapresiasi inisiatif dari unit-unit di USD untuk tetap mengaktualisasikan pemikiran dan hidup Driyarkara, pendiri Sanata Dharma.

“Terima kasih kepada Program Pascasarjana, Perpustakaan, dan Bookstore yang sudah bekerjasama untuk menyelenggarakan pameran ini. Rm. Driyarkara adalah akar dari Sanata Dharma yang saat ini sudah berusia 68 tahun dan akan terus berjalan puluhan bahkan ratusan tahun kedepan.” Ungkap Romo Bagus dalam sambutannya.



Di jaman semua-semua online ini, saya hanya berpesan.. kalau belum pernah ketemu santai saja. Tidak usah dimasukkan hati. Pertama. Kedua, sama siapa? Lebih santai lagi. Saya berpikir untung saya engga sama kamu waktu itu. Meski sekarang misalnya dibangun ini itu, sampai sebesar Hartono Mall, saya engga pernah gentar. Saya tidak gentar, jalan terus.

Comments

Populer

Putri Sendangsono

Yang ini bukan cerita pager bagus atau dimas diajeng. Sebagian besar sangat bersyukur mempunyai mantu Tante Dita. Seperti Bunda Maria dalam ranah bahwa ia seorang ibu. Namun tentu belum dibahas sampai Jakarta. Namun kami boleh percaya akan sosok Bunda Maria ini karena ia lahir dan tumbuh di Sendangsono. Ya, semua Ibu boleh menerima title Bunda Maria. Hanya kali ini dengan berat hati kami mengganti warna kebayanya menjadi hijau. Karena dispenser  Dari angle sebaliknya, Bunda Maria yang polos dan taat ini bersyukur mendapatkan Om kandung saya. Seperti penyelamat saja, padahal Om saya GKJ. Hehe.. Moral of the story, dua-duanya sama-sama orang Jawa. Dan karena Bapaknya merokok. Semua anak perokok dikirimi penyelamat. Entah agamanya apa. Camkan baik-baik. Karena perokok tidak tahu kapan ajal datang. Saya menjamin. Putri Sendangsono yang sangat lugu ini sangat jauh berbeda dengan wanita kota. Ia sangat patuh dan tidak banyak berharap. Lebih sering tersenyum dalam menghadapi k...

Everyday Clothing Not Compulsory

Generally, you can only claim clothing if it is a compulsory uniform, protective gear, or specifically designed for your occupation. Everyday or conventional clothing cannot be claimed, even if you only wear it for work. NN Accountability Australia bookkeeping and training group

Batik Setting Peredam

Untuk setting ini, aku perlu beberapa persiapan. Yang pertama batik 3 lembar untuk sarimbit kami bertiga Detail motif Batik 3 lembar untuk sarimbit Dviki. Berapapun anaknya, jatah dari Budhe sama ya 3 lembar. Kalau butuh lebih usaha sendiri. Batik yang dipakai Baus, I assume yang ada pada gambar Varian yang dikenakan Baus misalnya turonggo Rp 99.000 x 9 = Rp 891.000 Biaya foto Rp 3.000.000 Keamanan Rp 1.400.000 Donasi nota Pertamax